Wednesday, 22 January 2014

Something I learnt today....

It has been a while that I have not been updating this blog. Berhabuk! uhuk uhuk...

A rainy day since the early hours of today until at the moment I'm updating this.
Activities today was filled with the routine of solat subuh followed by continuing 4 pages of Surah Hijr and getting ready for work.

It's wednesday today, so as usual Tuesdays to Thursdays will be my responsibility to send my nephew to college before arriving at my workplace. Raining heavily and everywhere is flooding but everything had to go on as usual, including teaching.

Being an education officer means, my duties are not only doing the routine teaching, educating and disciplining the students, I had to also be on stand-by mode to help prepare relief for teachers who are absent and making sure that everything is in order. That includes ensuring teachers enter their classes according to schedule, entertaining parents and teachers who needs assistance as well as our superiors. More or less, that is called the administrative duties. That is our routine, especially for the senior teachers like myself.

I had to leave school early today as I had to go to the ministry to do some official duties and responsibilities in one of the departments there. Finished my work around 4.15 p.m. I had coffee with one senior officer at the department. We talked about food, she loves cooking and shared some recipe. It was raining outside and she asked me if I'm going to be okay driving back. I told her it's going to be fine inshaALLAH I should be arriving in my hometown around 7 pm. She asked where I'd stop for solat and I told her that I would stop in one of the masjid halfway between the two districts before getting home.

Then she asked me about myself, am I married, my age and if I have someone already. Well, a tough question! I smiled and told her, I'm 38 years old and not married yet. InshaAllah there will be someone out there for me. I had to put up a smile though inside it was a really awkward feeling talking to someone who you deal with professionally being a senior I wasn't aware that I was opening up to her.

Tried to calm down, I just looked at the table and not to face her. Suddenly I felt that was not proper to address the officer in that manner. So I just smiled and reassure myself to not get carried away. She advised me to find a suitable partner for life, make sure that man will be able to take care of me and that the importance of getting zuriat for your future who will then make doa for me and take care of my well-being in the future. Those words she uttered made me silent and think hard...

This is what I always need for myself and to complete half of my Deen.. InshaAllah... but no matter how hard I tried, it will always Allah who will decide who that man will be. Who you are? where you are? When we will meet? Wallahu'alam.. I have no answer to that... I believe that Allah has prepared someone for me and one day those questions will be answered.

As I was driving back I tried not to think about what she said to me and focussed on driving. Only when I arrived and after performing solat asar then those feelings retrieved back leaving me in tears in my doa. Ya Allah... Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurata a'yun waj'alna lil muttaqiina imaama... Aamiin...

My doa always includes you... my future husband... wishing that he is a man who has been waiting for me, who understands me for who I am, who cares for me because of Allah and who wants to marry me because of Allah and accepts me because of my deen. InshaAllah...

Sunday, 18 August 2013

Album : Damba Kasih
Munsyid : In-Team

http://liriknasyid.com

Lautan kematian ombak
Tenang pantai tiada terusik
Begitulah tasik hatiku
Sejak kehadiranmu

Betapa aku hargai
Anugerah syurga di dunia
Doa kudus aku panjatkan
Semoga dirahmati

Telahpun ku syukuri
Di dalam hidup ini
Cinta suci kurniaan Ilahi

Kejernihan wajahmu
Sempurna pada pandanganku
Kau kirana
Keturunan terpilih
Disanjung serta dihormati
Kau permata
Kesederhanaanmu
Mengecap kekayaan dunia
Kau mestika
Ketaqwaan dirimu
Itu yang merantai jiwaku

Bukan aku memuji
Apalagi memuja
Salahkahku kagumi… perhiasan duniawi

Bisikan nuraniku
Engkaulah pilihanku
Akanku pertahankan
Amanah suci ini

Melodi: Manis Helma (Hijjaz Records)
Senikata: ITO Lara (Gurindam Entertainment)
Hakcipta : Hijjaz Records Sdn. Bhd.

Jangan mencari yang terlalu sempurna

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu. ...Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menambalnya semula.... Akhirnya ia dibuang....


Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya....Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.... akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.


Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya....Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain..Terlalu ingin mengejar kelazatan.Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan menyesal.


Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu. MENYAYANGIMU. ..MENGASIHIMU. ..Mengapa kamu berlengah, cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.


Terlalu mengejar kesempurnaan.Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain... Kamu juga yang akan MENYESAL.....

sing...

Watching the tv this evening and saw this song by Anuar Zain...



Ku Mengerti Perpisahan Ini
Bukan Kerana Kau Membenci
Tapi Kasih Yang Pernah Ku Beri
Tiada Lagi Bersama

Sering Kala Aku Terlihatkan Mu
Impian Nan Indah Julang Bahagia

Ku Harungi Hari Demi Hari
Bersama Wajah Tak Mungkin Akan Kembali
Tapi Hati Masih Tak Terima
Ditinggalkan Sengsara

Keraguan Ini Bukanlah Padamu
Perasaan Hati Masih Rindu
Kekalutan Ini Hanyalah Untukku
Tercari-Cari Bayanganmu

Tak Sanggup Aku Kehilangan
Kehilanganmu
Oh.. oh..
yea… yea..

Masih Tercari-Cari
Keraguan Ini Bukanlah Padamu
Masih Tercari-Cari Bayanganmu
Tak Sanggup Aku Kehilanganmu

Feels abandoned and i just don't know what to feel at the moment...
Only Allah knows.... 

Tuesday, 6 August 2013

Rindu...

"Ya Allah... murahkan rezeki kami, permudahkan segala urusan kami, kurniakan kesihatan yang baik, terimalah segala amal ibadah kami, ampunkan dosa2 kami dan jadikan kami hamba2Mu yang sentiasa bersyukur dengan nikmat kurniaanMu... amiin ya rabbal alamiin..."

Sunday, 21 July 2013

Suka atau benci?






Bilamana kita dilanda masalah hati, kita sering membuat keputusan yang agak mengecewakan. Kita bertindak tanpa berfikir dan selalu emosi dan kita sering mendahulukan apa yang kita rasa. Kurang menitikberatkan kenapa perkara itu berlaku dan apakah rasional nya.

Adalah lebih baik sesuatu perkara itu dibincangkan terlebih dahulu sebelum membuat keputusan. Bincang dengan baik agar persetujuan akan tercapai dan semua pihak akan berpuas hati. Tiada yang akan menyalahkan antara satu sama lain. Jika kita cuma memikirkan tentang diri kita sendiri, kita akan membuat keputusan yang berat sebelah. Pastinya akan ada suara-suara sumbang dan hati-hati yang tidak gembira dengan keputusan kita.

Sebagai manusia kita tidak lari daripada membuat kesilapan. Tiada manusia yang 'perfect' kerana kita semua ciptaanNya. Kita kena bertanggungjawab dalam setiap perkara yang kita lakukan, baik atau buruk. Tindakan mengelak bukan lah suatu keputusan yang bijak kerana ia akan menimbulkan pelbagai masalah lain dan akan memburukkan keadaan.

Oleh itu, kita perlu muhasabah diri dan fikir balik segala kebaikan yang kita perolehi dari sesuatu itu. Boleh jadi perkara yang buruk mengenai sesuatu itu terjadi atas kealpaan dan kesilapan kita sendiri, kita tidak tahu. Allah yang Maha Mengetahui. Tidak perlu menuding jari dan merasa kita yang betul, kerana satu jari yang menunjuk kepada perkara itu manakala empat jari kembali kepada kita.

Renungkan lah dan semoga kita mendapat keampunan dari Allah SWT. Redha dengan ketentuanNya.
Bersabarlah hati. Inshaa Allah pasti semua akan jadi lebih baik. Yakin dengan janji Allah.